Puisi : “Merdu Mentari”

***Suara merdu mulai bersyairAkan kesyukuran pagi yang memanggilDalam setapak letihnya membulirkan peluh,Tunduk sukur bergegas ditunaikan, Apa yang sebenarnya kita tunggu,Dalam putaran jarum waktu, Maukah kita raga melemah tanpa karya, Bersiap memanaskan raga dengan sinarnyaTerbuka mata akan cita yang selalu digantung,Meski awam tersirat,Kiranya harus tetap berbangga,Karena bayang masih disisi badan.*** Picture By : blidz-cappuccino.deviantart.com

Puisi : “Perjuangan Diujung Jalan”

***Langkah meninggalkan cerita, Dalam setapak yang tak selalu rata, Butir-butir pasir yang terbentuk olehnya, Takkan pudar meski hujan kian berderas, Sudah pantaskan memori disimpan Dalam tabung penuh harapan Untuk kehidupan yang lebih benar Meski tahu gagal pastilah berada, Biarkan rambut memutih olehnya, Oleh perjuangan dan keputusasaan, Lekukan dahi menjadi ukiran, Akan perjuangan yang tentu tak […]

Puisi : “Jerit”

Melelah akan itu,Biarlah kias itu menepi,,Entah bersandar akan apa..Merayu sedih, membahagia ia segan Segagah apa jerit itu menantiSekuat apa beban yang bisa terdorongMenyingsing keletihan pun sendiri..Mengais senyum, enggan tuk merapat.. Hanya malam kan menerangHanya pagi kan jelang ia gelapMeraung bagai srigalaMembebas sepi dengan jerit tertatih..

Puisi : “Henti”

Kecerahan mewangi menampak pudar,Senja telah meyakin menyingsing sunyi,Berharap angin searah angan,Namun panas mendorong badai kian menjauh ia berdiriMenari gundah berteman bimbang.Kulepas harap berkilau permataMeski kehadiran genggam memasti menguatRasa itu,Sesungguhnya.. Merupa kias bayangSemata . .

Puisi : “Penantian”

Kerinduan itu seakan bergulir semuBerharap kan kepastian yang enggan beri angin sejukApakah pantas sang mendung menanti mentariBerpijar di ufuk sana cahaya itu berhias cempakaTak ada lagi rasa ituBerhenti tuk menanti,Bukan merupa akhirTapi penantian, adalah pasti Sesal kan datang biarlah nantiNamun hati tuk satuKian berpadu dalam inginAkan nafasmu yang menggema Dalam simphoniDentum nadiku..

Puisi : “Harap”

Keheningan malam ramaikan suasana hatiMembaur menjadi satu kesepian, Menanti akan kehadiran,Yang tak pernah memastiEntah karya agung apa yang kau cipta,Hingga rasa seakan terus mencarimu,Menantimu tanpa pernah berharapNamun memohon agar kau datang,Menjadi doa utama dalam sujud itu, Bayang bintang menjadi penerang,Ketika keyakinan mulai gelap,Melihat bingkai angan yang kau buat,Menjadi batas akan itu..Pembatas, Akan mimpiku untukmu..

Puisi : “Tak Salah”

Saya bukanlah orang bodoh Terus berlari dalam bohong Mencari kesukaran pembenaran Yang tak pernah kau Lukis . . .. Menganvas dalam nilaiku Mengalir dalam alurku Merintih tanpa air Menyedih tanpa sandar Hanya kamu yang membodohiku Hanya kamu yang mengerjaiku Membodohiku dalam cinta Membodohiku dalam rasa Tapi semua tak pernah salah for : Zynits

Puisi : “Anganku”

Dalam kesendiriankuMimpi itu bangunkan aku untukmuMerasa mulai sepiNamun kecerahan itu tak pernah memudarJika ingin tak pernah kau wujudApalah arti rasa ituSeakan kau berkata tidakNamun kenapa baru kini Kenapa sebelum harap itu meninggiPada sosok kamu yang mengindah di hadapnya.Sendiri ku mengartiSosok kamu yang terus menghampiri Anganku.