Menentukan Tujuan Blogging

Menentukan Tujuan Blogging

Menjadi seorang blogger, dalam kurun waktu yang cukup lama yaitu 11 tahun. Membuat saya menemukan banyak sekali hal yang sangat beragam dari dunia blogger.

Bukan hanya mulai dari fungsi Blog itu sendiri, namun semua hal yang ada didalamnya berkaitan dengan ilmu, kreativitas dan juga pemanfaatan blog terbilang sangat beragam dan juga spesifik.

Jika tahun 2009 lalu, semua hanya berfokus begaimana memanfaatkan blog sebagai media berbagi pengalaman, dalam waktu yang cukup lama spesifikasi blog sendiri sudah cukup berevolusi.

Saat ini, media Blog tidak hanya memiliki dampak yang positif, namun juga menjadi pusat informasi yang digunakan untuk hal negatif, khususnya dalam periode kampanye.

Tapi pada kesempatan saat ini, saya tidak akan membahas hal itu, karena tentu saya butuh banyak baca untuk bisa mengulas hal yang lebih detail sehingga bisa bermanfaat untuk Anda.

Pada kesempatan ini, saya ingin sedikit berbagi tentang pendapat saya, terkait hal apa saja yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki performa Anda sebagai seorang blogger.

Menentukan Tujuan Blogging

Aktivitas Blogging saat ini memiliki makna yang sangat luas, begitu juga tujuannya. Bagi kamu yang ingin memperoleh manfaat dari aktivitas blogging, maka dari awal sebaiknya kamu harus menentukan apa sih tujuan kamu ngeblog.

Beberapa tujuan yang mungkin bisa saya sampaikan yaitu :

  1. Memperoleh passive income dari blog
  2. Memperkenalkan bisnis atau usaha
  3. Menunjukkan keahlian kamu sehingga kamu dikenal sebagai spesialis

Nah, dari 3 tujuan blogging itu, kamu sebaiknya memilih satu dari 3 opsi yang saya sebutkan.

Dan salah satu kunci yang penting untuk kamu miliki yaitu fokus.

Karena, dengan terlalu ambisius untuk mengambil beberapa tujuan, maka hasil yang akan kamu peroleh juga bisa dibilang cukup lama.

Misalnya saja, ketika kamu fokus untuk item nomor 1, yaitu memperoleh passive income dari blog. Dari tujuan itu saja, terdapat begitu banyak pilihan yang akan menanti di depan mata.

Passive income dari blog, bisa saja dari kegiatan iklan yang diperoleh, ada lagi afiliasi marketing, konten berbayar dan lain sebagainya.

Sehingga, setelah kamu memilih tujuan ngeblog, kamu harusnya memahami bahwa untuk segera mencapai hasil kamu harus fokus dengan satu tujuan.

Karena menurut saya, membangun blog ibarat sebuah kegiatan investasi. Dimana membutuhkan ketelatenan dan pantang menyerah.

Melakukan Penelitian atau Studi Pembanding

Jika kita berkaca dari perilaku pegian konten lainnya, misalnya saja seorang musisi seperti Giring Nidji. Dari cerita yang saya ingat, Giring pada saat itu sangat mengidolakan sosok Ariel dalam menciptakan lagu dan juga musik.

Sehingga, dengan memiliki sosok idola yang dijadikan sebagai pembanding. Giring secara otomatis membuat standar karya yang harus diciptakan olehnya.

Jika bicara tidak ada kreativitas yang benar-benar baru, saya rasa itu benar adanya. Karena, kreativitas apapun yang ada di dunia ini, lahir karena terinspirasi dari karya yang telah ada.

Teknik sejuta umat yang mungkin juga kamu pahami yaitu teknik ATM.

Amati, tiru dan modifikasi.

Sebagai seorang Blogger, hal yang pertama setelah kamu menentukan tujuan yaitu cobalah mencari role model kamu.

Siapa orang yang menurut kamu, bisa kamu jadikan sebagai referensi dalam menciptakan sebuah karya.

Sekarang saya kembali lagi ke contoh pada Sub-bab 1 tadi, dimana tujuan kamu ngeblog adalah untuk memperoleh penghasilan tambahan atau passive income.

Nah setelah memutuskan seperti itu, kamu juga perlu putuskan lagi passive income yang seperti apa yang akan kamu kejar.

Kalau kamu bicara adsense, coba cari di Grup Facebook Blogger Indonesia, nah kira-kira siapa yang paling sering update dan menurut kamu merupakan sosok yang berfokus pada hal ini.

Jika ketemu, jangan ragu untuk intip dan lakukan ATM.

Tapi tetap, jangan ATM bener-bener copy paste ya.

Lakukan sedikit modifikasi, di dunia bisnis hal ini dikenal sebagai diversifikasi.

Kalau di skripsi, hal ini biasanya dikenal sebagai pengembangan model.

Misalnya ada skripsi yang membuat Sistem Informasi Penjualan Obat di Apotik Kelurahan Jatinegara, tinggal sedikit perubahan kecil misalnya Sistem Informasi Penjualan Kerajinan di UMKM.

Sama-sama sistem informasi penjualan, yang dijual beda, tempat berjualan juga beda. Sesimpel itu.

Yang penting lakukan yang berbeda, tapi konsepnya sama.

Kalau sudah, lakukan secara konsisten. Minimal bisa setara lah dari sisi produktivitas menciptakan konten.

Saya juga merupakan orang yang sering sekali mengintip performa para blogger dilingkungan saya, tepatnya di lingkungan Blogger Jakarta.

Dalam diam dan keheningan, saya sering sekali memperhatikan bagaimana tingkah laku teman-teman saya dalam menciptakan konten.

Dan sejujurnya saya sangat takjub. Dalam hal kreativitas, mereka memiliki kemampuan dan konsistensi yang sangat identik, dan berbeda dari satu dan lainnya.

Sehingga buat kamu yang masih bingung bagaimana untuk sukses di dunia blogging, cobalah temukan role model kamu.

Kalau tidak ketemu di grup facebook, coba cari via youtube meskipun bule, coba analisis bagaimana sih performa blogger itu, mulai dari penghasilan, jumlah konten yang diproduksi sampai teknik yang dia gunakan.

Membangun Model Produktivitas

Hal tersulit dari sebuah proses yaitu konsistensi. Tidak hanya untuk blogger saja, tapi ini berlaku untuk semua hal yang berhubungan menuju hal positif.

Untuk blogger sendiri, hal yang paling sulit adalah ketika kita berhasil dalam fase 1 yaitu menentukan tujuan blogging, dan menemukan role model dan harusnya mulai untuk produktif menciptakan konten.

Hal tersulit lainnya adalah sering kali kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mencari role model yang lain.

Terlalu bersemangat dalam melakukan penelitian itu bagus, tapi ketika kita mulai terlalu banyak melakukan pembanding maka kita akan terdiam dalam fase itu tanpa melakukan apapun.

Tips yang bisa saya berikan disini adalah coba untuk mencari 1 saja role model, lalu coba untuk mengabaikan jika menemukan role model lain, yang muncul di feed Youtube, instagram dan facebook.

Karena hal ini bisa membuat kamu menjadi depresi dan merasa gagal, dan bahkan membuat kamu menjadi tidak produktif.

Kembali soal produktivitas seorang blogger, hal yang perlu kamu garis bawahi disini adalah membuat ritme.

Jujur, bagi saya sendiri untuk menjadi produktif dalam blogging, terbilang cukup sulit. Karena saya berada dalam fase yang sedang mencari hal yang akan saya fokuskan.

Pasti kamu bertanya, Hei Ichsan, bagaimana kamu membuat artikel menyarankan orang untuk fokus, tapi kamu sendiri tidak fokus?

Sabar Sobat, tidak hanya kamu saya juga memiliki masalah saya sendiri apalagi soal memutuskan karir masa depan.

Di posisi saya, saya seorang yang memiliki latar belakang IT, namun bidang kerja profesional saya berhubungan dengan Road Transport, Logistics Dangeros Goods, Safety dan Terminal Operations.

Sehingga saat ini saya sedang berada dalam fase, spesialisasi apa yang akan saya ambil kedepannya.

Nah mungkin kamu punya dilema sendiri? Nah coba tulis di kolom komentar mungkin kita bisa bertukar saran.

Balik lagi masalah model produktivitas, hal yang bisa kamu lakukan yaitu menentukan ritme atau pola produktivitas yang bisa kamu ciptakan, tentunya menyesuaikan dengan waktu yang kamu miliki.

Untuk saya, hari Senin-Jumat merupakan waktu terpadat, karena pada periode tersebut selama 9 jam bekerja benar-benar butuh konsentrasi dan juga energi untuk memecahkan permasalahan, ya karena memang saya dibayar untuk itu.

Sehingga, saya pun menemukan bahwa weekend adalah waktu dimana saya bisa manfaatkan untuk belajar, dan juga menciptakan konten apapun itu.

Sehingga, saya pun menentukan bahwa setiap hari sabtu dan minggu minimal ada satu karya yang saya ciptakan. Atau ada satu training yang saya selesaikan.

Itu adalah pattern atau pola produktivitas saya.

Nah sekarang kalau di posisi kamu, seperti apa sih waktu dan kesempatan yang pas untuk kamu luangkan 30 menit sampai 1 jam khusus untuk menciptakan karya?

Jika sudah ketemu, buat agenda atau reminder di kalender kamu.

Sehingga kamu bisa menciptakan pola, bahwa kamu harus duduk diam di depan Laptop khusus memaksakan diri untuk menciptakan karya.

Jika sudah, paksa dan lakukan berulang-ulang.

Karena bisa itu, karena dipaksa.

Dan di awal, jangan siksa diri untuk menciptakan konten dengan jumlah karakter yang begitu panjang.

Mulai saja dengan 300 kata, 500 kata dan terus meningkat sesuai dengan semangat kamu dalam berkarya.

Ingat, saat kamu menghabiskan waktu duduk terdiam melihat konten youtube atau bahkan main mobile legend, ada orang diluar sana yang sedang menciptakan karya berinvestasi pada kesuksesan yang mungkin ceritanya akan kamu tonton suatu saat nanti entah dari platform manapun.

Jadi, manfaatkan waktu yang kamu miliki sebagai kesempatan untuk menabung karya. Kalau investasi saham tidak bisa, yuk investasi karya

Saya tunggu feedback kamu di kolom komentar ya, kalau merasa ini bermanfaat jangan lupa share ke Blogger lain di komunitas kamu, agar bisa melakukan hal positif lainnya.

Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Up Next:

Bagaimana Menjaga Kesehatan Mental Untuk Fresh Graduate

Bagaimana Menjaga Kesehatan Mental Untuk Fresh Graduate