Bagi seorang mahasiswa tingkat akhir baik pada tingkat sarjana maupun pascasarjana, hal yang umumnya menjadi momok yang dihadapi adalah tentang karya tulis ilmiah baik skripsi, tesis maupun disertasi. Dan untuk yang belum paham mengenai apa sih perbedaan dari ketiganya, silahkan baca artikel saya sebelumnya dengan judul Perbedaan Tesis dan Skripsi dalam Ilmu Pengetahuan.

Hal ini umumnya dianggap sulit, karena memang paradigma tentang proses yang panjang dan lama sudah melekat di benak mereka bahkan sebelum mereka akan memasuki tahap ini.

Ya, hal ini sering dianggap sulit karena melihat atau mendengar proses yang sungguh melelahkan dari para senior yang seperti pengemis harus terus meluluhkan hati pembimbing demi memperoleh sebuah gelar akademis.

Tapi tunggu dulu, apakah benar hanya mahasiswa saja yang tersiksa? Jawabannya tidak.

Menurut seorang dosen di tempat saya berkuliah, para dosen pun sering dibuat pusing akibat ulah mahasiswa yang seenaknya. Salah satunya itu ketika mereka telah menerima surat keputusan bimbingan, tidak sedikit dari mereka yang tiba-tiba seperti hilang ditelan bumi.

Bahkan, ketika para dosen mencoba untuk proaktif menghubungi. Tidak sedikit dari mereka yang sengaja mengacuhkan. Dan bahkan, hal paling parah. Terkadang mereka akan datang pada dosen beberapa bulan kemudan dan berkata skripsi atau tesisnya sudah selesai dan meminta dosen pembimbing untuk membacanya.

Sungguh-sungguh kurang ajar bukan?

Nah, dari sini kita akhirnya bisa mengetahui dari dua sudut pandang. Jadi tidak hanya mahasiswa yang tertekan tapi dosen pun juga merasakan demikian. Karena yang bisa kita sadari, seorang dosen tidak hanya mengurusi seorang mahasiswa saja bukan? Pasti banyak mahasiswa bimbingannya.

Yang mana, jika satu saja mahasiswa mengabaikan proses tersebut. Maka tentu saja proses pekerjaan sang dosen pun menjadi terhambat. Dan balik lagi, mahasiswa sungguh tidak mau tahu tentang itu.

* * *

Ya sekarang balik lagi pada tema artikel ini, hal utama yang menjadi momok bagi seorang mahasiswa untuk menyelesaikan penelitian adalah sulitnya mencari referensi atau studi literatur yang tepat sesuai judul penelitian yang diajukan.

Hal ini umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan untuk mengekstrak jurnal, pusat jurnal berkualitas, serta ciri dari jurnal yang berkualitas. Apalagi kalau jurnalnya berbahasa asing, hal ini akan menambah beban bagi sang mahasiswa dan menjadi alasan untuk menunda dan menunda proses penyelesaian penelitian yang telah dimulai.

Sampai disini, apakah itu menjadi salah dosen?

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai bagaimana cara mengekstrak jurnal penelitian yang dapat digunakan sebagai studi literatur untuk penelitian baik skripsi maupun tesis.

Mengetahui Informasi Penting dari Jurnal

Sebelum kita membaca sebuah jurnal, ada baiknya kita mengetahui seperti apa sih ciri dari jurnal yang baik itu.

1. Jurnal yang baik, berasal dari sumber yang baik pula.

Untuk hal ini, para peneliti harus dapat mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai pusat jurnal yang berkualitas. Untuk mahasiswa elektro, IEEE Xplorer adalah sumber referensi yang paling lengkap dengan semua konten yang ada di dalamnya.

Untuk bidang studi lain, dapat memanfaatkan jurnal dari link-springer, science direct atau wiley.

Lho kok website asing semua?

Ilmu pengetahuan itu sifatnya general atau umum. Tidak hanya berlaku di Indonesia saja. Jadi, jangan hanya mempelajari atau mengembangkan apa yang ada di Indonesia karena dengan begitu kamu juga artinya enggan untuk membawa nama baik Indonesia dalam penelitian internasional.

Lah kok bahas penelitian internasional? Nah kita skip dulu yang ini nanti saya bahas pada artikel lain ya.

Dan kenapa pada daftar diatas saya tidak menyebutkan Google Scholar? Karena google scholar hanya bersifat indexing sama seperti Google Search, dengan metode crawling yang memiliki beberapa kekurangan. Kalau kita punya referensi utama, kenapa harus memanfaatkan crawling?

2. Jurnal yang berkualitas itu, bisa terlihat dari bagian paling atas jurnal yaitu Abstrak.

Nah banyak orang bertanya-tanya apa sih abstrak itu. Apa bedanya dengan pendahuluan atau introduction yang umumnya selalu ada pada setiap jurnal penelitian.

Nah Abstrak itu sesungguhnya merupakan cerita singkat tentang sebuah penelitian, dimana isinya harus menjelaskan mengenai latar belakang masalah, teknologi, metode, algoritma serta langkah yang dilakukan sang peneliti dalam jurnal tersebut secara singkat dan jelas.

Sehingga dengan begitu, para peneliti yang memang tertarik atau memiliki topik penelitian serupa dapat membaca dengan lengkap jurnal tersebut jika memang jurnal tersebut benar-benar sesuai dengan topik penelitian mereka.

3. Jurnal yang berkualitas terlihat dari bagian pertama yaitu introduction, pendahuluan atau latar belakang.

Sebenarnya bagian ini paling penting bagi seorang peneliti yang memiliki topik penelitian yang sesuai dengan jurnal yang dia pilih. Kenapa, karena umumnya dari bagian pertama, harusnya terlihat dengan jelas apa masalah utama, apa yang sudah dilakukan peneliti lain dan bagaimana solusi yang ditawarkan.

Cara Mengekstrak Jurnal Penelitian

Nah setelah kita mengetahui beberapa hal penting dalam proses awal mengekstrak jurnal, selanjutnya kita bahas cara mengekstrak jurnal yang tepat. Jadi, maksud ekstrak disini adalah bagaimana kita bisa memperoleh informasi penting dari jurnal secara tepat, cepat dan pasti bermanfaat.

Teknik yang umumnya paling mudah tentunya dengan memanfaatkan tombol Ctrl+F pada keyboard kita bagi yang menggunakan windows.

Itu adalah metode untuk melakukan pencarian dari sebuah kata.

Jadi begini, umumnya untuk semua jurnal bagus selalu menyebutkan hal-hal sebagai berikut :

  • We describe
  • We provide
  • We proposed
  • We created

Jadi jurnal yang bagus itu, selalu memberikan informasi secara jelas, tentang apa saja masalah yang mereka miliki, bagaimana metode atau cara yang mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut dan paling penting apa saja yang mereka lakukan dan potensi riset apa yang bisa menjadi langkah untuk mengembangkan topik penelitian tersebut.

4. Menjelaskan future research, atau potensi riset akan datang.

Dengan memperoleh informasi mengenai future reserach, sebenarnya dapat menjadi peluang bagi mereka yang ingin menyelesaikan sebuah tesis atau skripsi untuk dapat melakukan hal tersebut.

Karena dengan kata lain, sang peneliti berharap bahwa kontribusinya dalam ilmu pengetahuan dapat terus dikembangkan agar senantiasa selalu bermanfaat bagi orang banyak.

 

%d bloggers like this: