Dalam mengejar gelar akademis, baik itu sarjana, magister maupun doktor pastilah pada akhir proses studi mengharuskan seseorang untuk dapat menciptakan sebuah karya ilmiah yang umumnya dikenal dengan skripsi, tesis dan juga disertasi.

Dan masing-masing diantaranya, pastilah memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Dan bagi kamu yang belum memahami apa sih perbedaan antara ketiganya.

Kali ini saya akan sedikit share, apa sih perbedaan tesis dan juga skripsi. Kalau ditanya kenapa hanya bahas dua saja? Itu karena saat ini saya baru menjalani 2 proses yaitu sarjana dan magister. Dan tak perlu ditanya kapan saya akan menempuh S3 ya, saya jamin kamu akan kecewa dengan jawabannya.

Saya akan mulai dari karya tulis ilmiah pada level sarjana yang dikenal juga dengan sebutan skripsi.

Mungkin sering kali kita menjumpai, curhatan para senior kita yang berada di tingkat akhir. Yang curhat tentang begitu kejamnya dosen pembimbing juga penguji pas lagi proses skripsi.

Mulai dari proses skripsi yang kerjaannya revisi terus, dan juga para penguji yang sering kali terlalu lebay ngasih pertanyaan.

Nah yang perlu kamu tahu, terutama yang baru ingin kuliah atau akan menghadapi skripsi. Ketahuilah, proses skripsi tak seburuk itu. Juga tak seindah yang kamu bayangkan.

Semua itu proses, yang sulit kalau emang kamu ga ngerti apa yang kudu dan wajib ada dalam membuat karya tulis ilmiah.

Tapi sebelum saya mulai menjelaskan, apa itu perbedaan skripsi dan tesis. Kamu perlu tahu dulu apa sih tujuan dari pembuatan skripsi, tesis dan juga disertasi. Nah tujuannya, tentu saja bukan untuk menyiksa mahasiswa. Bukan itu. Tapi untuk memberikan bukti dan kontribusi terhadap gelar akademis itu sendiri.

Artinya dengan menciptakan suatu karya tulis ilmiah, artinya kamu telah membuktikan bahwa kamu sebagai seorang akademisi telah berkontribusi menciptakan suatu inovasi atau mensolusikan masalah yang ada di masyarakat berdasarkan studi atau keilmuan yang kamu pelajari selama kurang lebih 2 – 4 tahun bahkan bisa lebih.

Jadi agar karya tulis kamu itu bisa bermanfaat baik untuk masyarakat dan juga ilmu pengetahuan, maka kamu perlu yang namanya pembimbing skripsi dan juga penguji.

Tugas dari pembimbing skripsi adalah mengarahkan agar proses kamu menciptakan inovasi atau mensolusikan suatu permasalahan itu menggunakan metode yang benar, penulisan yang sesuai dengan kaidah EYD, dan juga yang paling penting tidak plagiat atau hasil copas milik orang lain.

Karena yang perlu kamu pahami, tujian dari proses penelitian atau pembuatan karya tulis ilmiah itu sendiri adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Nah kok bisa? Nanti saya jelaskan satu persatu di bagian bawah ya. Tetap membaca makanya jangan asal scrolling.

Memahami Makna Membuat Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah atau yang dikenal juga dengan nama skripsi, tesis dan disertasi punya tujuan yang sangat mulia. Antara lain sebagai berikut :

1. Mengembangkan ilmu pengetahuan.

2. Menciptakan inovasi

3. Memberikan solusi terhadap permasalahan

Nah kok cuman tiga? Udah fokus sama itu saja dulu. Saya akan bahas satu persatu.

Jadi begini, tujuan dari membuat skripsi, tesis dan disertasi itu salah satu tujuannya adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Kamu bisa bayangin gak sih, misalnya saja kalau melihat teknologi pesawat terbang seperti sekarang? Itu karena mulai dari penemu awalnya Wright bersaudara, hingga ke mantan presiden kita yaitu B.J Habibie melaksanakan apa yang dinamakan pengembangkan ilmu pengetahuan.

Jadi Wright bersaudara adalah sang penemu apa itu konsep terbang. Melakukan serangkaian penelitian dan mulai menciptakan mesin terbang pertamanya. Hingga sampai di era B.J Habibie yang seorang mahasiswa mempelajari tentang Aeronautika dan menciptakan pengembangan teknologi mesin pesawat Boeing yang kita bisa nikmati sekarang.

Nah coba bayangkan, apa jadinya kalau B.J Habibi yang sudah memahami teknologi pesawat, membuat pesawat sendiri dan mengklaim bahwa itu adalah ciptaannya?

Secara teknologi mungkin benar, tapi kalau berbicara tentang keilmuan, sudah tentu semua orang mengetahui bahwa pesawat adalah ciptaan Wright bersaudara.

Dan teknologi pesawat terbang yang diciptakan B.J Habibi tentu tidak dapat datang begitu saja, ada proses belajar yang dilalui selama bertahun-tahun. Mempelajari hal-hal yang sudah dilakukan oleh Wright bersaudara, serta peneliti-peneliti terdahulunya.

Makanya, saat ini proses pembuatan karya tulis ilmiah tidak semudah dulu. Karena dalam membuat karya tulis ilmuah, kita harus banyak mempelajari riset-riset terdahulu, dan kita cari potensi riset yang bisa lakukan.

Mencari potensi riset ini bisa dilihat dari apa sih bagian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelum kita, dan apa yang belum. Aspek itulah yang bisa kita kerjakan. Jadi jangan asal mengerjakan apa yang sudah dikerjakan oleh orang lain. Itu namanya mubazir dan tidak membawa perkembangan pada ilmu pengetahuan.

Karena kembali lagi, karena sifatnya karya tulis ilmiah atau penelitian itu ya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Membuat riset dengan hanya mengganti tempat penelitian itu sama sekali tidak mengembangkan ilmu pengetahuan.

Contohnya seperti apa sih yang tidak mengembangkan itu? Contoh judulnya begini.

Sistem Informasi Pasien Rumah Sakit Harapan Indah

dan

Sistem Informasi Pasien Klinik Permata Hati Bunda

Nah bisa dilihat, bahwa kedua judul itu hanya berbeda dari tempat risetnya saja. Dari sini juga kita bisa melihat, bahwa penelitian semacam itu sama sekali tidak pengembangkan ilmu pengetahuan. Nah bagaimana caranya agar riset bisa dibilang mengembangkan ilmu pengetahuan? Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan mengembangkan metode yang digunakan atau aspek lainnya yang bisa menjadi research experience misalnya analisa, pengaruh, dampak dan lain sebagainya.

Contohnya begini :

Sistem Informasi Pasien Rumah Sakit Dengan Framework Codeigniter

Analisa Pengaruh Serangan DDoS Terhadap Sistem Informasi Rumah Sakit Berbasis Web

Dan lain sebagainya.

Jadi, untuk menciptakan karya tulis ilmiah atau penelitian, hal yang perlu kita lakukan adalah mempelajari terlebih dahulu penelitian yang telah dilakukan oleh orang lain. Hal ini bisa kita temukan dengan banyak membaca jurnal penelitian atau skripsi yang dilakukan oleh senior kita.

Dan yang perlu kita cari dari dokumen-dokumen itu apa sih?

  1. Tema penelitian
  2. Metode yang digunakan
  3. Objek penelitian
  4. Ruang lingkup penelitian
  5. Indikator yang menjadi fokus penelitian
  6. dll

Nah, jadi sekarang sudah tau dong apa tujuan penelitian atau membuat skripsi dan juga tesis? Jadi sekarang saya akan menceritakan sedikit apa sih perbedaan tesis dan skripsi.

Perbedaan Tesis dan Skripsi

Pada umumnya, tesis dan skripsi tidak memiliki banyak perbedaan. Bahkan, pernah beberapa kali saya bertanya kepada beberapa dosen yang berbeda. Banyak dari mereka menjawab perbedaannya terletak hanya pada ruang lingkup serta tujuan dari penelitian itu sendiri.

Kalau skripsi, tujuannya itu untuk implementasi ilmu pengetahuan serta melaksanakan pengembangan inovasi yang sudah ada.

Kalau tesis, tujuannya itu untuk mengembangkan implementasi ilmu pengetahuan, menganalisa dan mensolusikan permasalahan yang ada.

Kalau disertasi, tujuannya hanya satu. Menghasilkan penemuan pada ilmu pengetahuan.

Jadi semakin tinggi tingkat studi, sudah tentu karya tulis ilmiah yang dibuat akan semakin kompleks.

Mudahnya begini, kalau skripsi terbatas sampai mengimplementasikan inovasi, tesis mengembangkan metode dari inovasi dan disertasi menciptakan inovasi.

Dan tentu saja, untuk hal itu tidak ada proses penelitian yang mudah. Dibutuhkan tekad yang kuat dan keras untuk dapat tetap fokus dalam mengerjakannya. Karena tentu saja, tujuan dari membuat penelitian yaitu agar bermanfaat bagi orang lain. Kalau tidak bermanfaat? Kenapa harus menghabiskan waktu untuk mengerjakannya bukan?

Jangan rendahkan dirimu dengan hanya ingin membuat skripsi, tesis atau disertasi yang biasa-biasa saja.

Karena itu percuma. Percuma saja punya gelar akademis. Itu sudah.