Beberapa minggu lalu, saya berkesempatan mengunjungi kota yang sangat dikenal oleh seluruh penduduk Indonesia sebagai kota keraton atau kota gudeg. Ya, kota Jogja orang menyebutnya.

Kesempatan itu saya peroleh dengan ikut ke salah satu jasa perjalanan liburan yang dimiliki istri dari bos saya di kantor.

Sebenarnya, keikutsertaan saya pada liburan itu juga disebabkan oleh rasa penasarannya saya kepada kota yang ada di bayangan saya sebagai kota yang masih memegah teguh cita rasa tradisional di tengah moderenisasi teknologi saat ini.

* * *

Hal yang pertama kali menggelitik pikiran saya ketika baru tiba di kota Yogyakarta adalah tentu saja dengan lalu lintasnya. Memang sih, dalam kepala saya hanya Jakarta-lah yang macet. Namun ketika baru pertama kali tiba di Jogja tepatnya di Bandara Internasional Adi Sucipto, saya langsung disuguhkan oleh pemandangan macet begitu panjang.

Kepada pengemudi transportasi online saya bertanya apa sih yang menyebabkan lalu lintas begitu padat di depan bandara, beliau menyebutkan karena jalan depan bandara memang adalah jalan akses utama untuk menuju ke kota Solo dan juga Surabaya.

Namun selepas dari bandara, lalu lintas di Jogja seperti sangat manusiawi. Salah satunya yaitu antrian kendaraan di lampu-merah di setiap pertigaan ataupun perempatan.

Sangat jarang sekali ada orang yang sengaja berhenti di depan garis pembatas jalur, atau berhenti pada jalur kiri sedangkan dia hendak ke kanan. Sepertinya kesadaran berkendara orang Jogja terbilang sangat baik, yang hampir saya saksikan bahkan sampai saya kembali ke Jakarta.

Dari satu aspek mengenai lalu lintas saja, tiba-tiba membuat saya pun berandai-andai untuk dapat tinggal atau hidup di masa tua nanti dengan tinggal di kota-kota seperti Jogja ini.

Karena memang ya bisa dibilang, kota yang begitu padat dan cepat seperti Jakarta hanya cocok bagi mereka para muda yang memiliki semangat produktivitas berlebihan.

Bagi para orang yang sudah berada di masa pensiun, kota Jogja adalah idaman bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu yang dimiliki dengan ketenangan dan juga suasana hijau dan sejuk dari panorama pegunungan da persawahan yang terhampar begitu banyak disekitar kota Jogja.

Ahh, rasanya senang bisa berkunjung ke kota Jogja. Tempat yang masih menyimpan begitu banyak aspek tradisional di era moderenisasi teknologi seperti sekarang.