Dalam beberapa jam lagi, seluruh masyarakat di dunia akan mengganti kalendernya dengan kalender masehi yang baru yakni kalender tahun 2018. Tanda bahwa semua hal di tahun yang lalu harus diperbaiki untuk tahun berikutnya.
Dan jika di tanya tentang apa saja sih pencapaian yang diraih seorang Ichsan di tahun 2017 ini, tentu yang bisa saya jawab adalah “Banyak sekali.”
Ya, banyak hal yang saya dapatkan selama tahun 2017 ini. Mulai dari masalah pertemanan yang begitu luas sejak saya bergabung dengan Komunitas Blogger Jakarta, prestasi di kantor yang masih bisa saya pertahankan, mulai belajar mengembangkan bisnis bersama tim kecil yang saya bentuk, keputusan terbesar yang saya buat ketika memutuskan untuk melanjutkan studi pascasarjana, hingga soal percintaan yang memang saya syukuri atas hati yang dititipkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada saya saat ini sampai kesempatan yang tidak pernah saya duga yakni dapat mengunjungi kota kelahiran saya Jayapura dan Wamena.
Memang saya akui semua hal yang terjadi di tahun 2017 benar-benar di luar kendali saya dan terjadi tanpa sedikitpun pernah saya rencanakan bahkan cita-citakan sebelumnya
Saya percaya, itu semua adalah jalan yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala takdirkan kepada saya, bahkan sejak saya belum dilahirkan ke dunia.

Blogger Jakarta

Dimulai dari diterima menjadi anggota Blogger Jakarta pada bulan september 2016, ternyata membuka kesempatan bagi saya untuk memimpin Komunitas ini pada tahun 2017. Dimana pada kesempatan tersebut, bukan hanya sebuah keluarga yang saya dapatkan, namun juga pelajaran bagaimana bisa bersikap, bertindak dan berpikir sebagai seorang Ketua, Ayah, Kakak, Adik, Teman ataupun sebagai seorang sahabat.
Dan ketika diberi kepercayaan menjadi Ketua Blogger Jakarta, pada akhirnya juga memberikan saya kesempatan untuk mengasah kemampuan saya dalam berdiskusi dengan pihak ketiga yang ingin bekerjasama dengan Blogger Jakarta, menyelenggarakan kegiatan, hingga tentang mencari solusi dalam keadaan kacau sekalipun.
Dan saya masih ingat betul, bergabung dengan Blogger Jakarta merupakan alasan saya dalam mengatasi kejenuhan dengan aktivitas yang hanya Kantor-Rumah-Kantor yang saya jalani hampir 2 tahun lamanya.

Shell Indonesia

Sejak Oktober 2014, saya bergabung dengan Shell Indonesia sebagai staf terminal. Terminal disini bukan tentang tempat berlalu-lalangnya kendaraan angkutan umum, tapi merupakan tempat truk-truk minyak melakukan pemuatan bahan bakar minyak dan mengirimnya ke stasitun-stasiun pengisian bahan bakar di seluruh Jabodetabek dan Bandung.
Dan jika di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya bekerja di Shell Indonesia, pada tahun 2017 terdapat beberapa penghargaan dan prestasi yang saya raih, dan juga dimana pada akhirnya saya mengakui kepada para pimpinan tentang status saya yang juga menjadi seorang mahasiswa pascasarjana yang juga pada akhirnya mendapat dukungan penuh dari pimpinan, dan saya syukuri itu.

Percintaan

Apa yang terjadi di tahun 2017 masalah percintaan saya, sepertinya sudah terlalu banyak saya bahas di blog ini. Sampai pada akhirnya saya pun memutuskan untuk tidak mempublikasikan masalah percintaan saya di blog ini dan beralih menjadi tempat untuk sharing pengalaman, ilmu dan juga opini.
Namun jika di tanya hal apa sih tentang percintaan yang saya dapatkan di tahun 2017, semua itu tentang sebuah komitmen.
Komitmen dan kepercayaan yang selalu saya pegang teguh, dengan siapapun pasangan saya, dan dia yang mendampingi saya saat ini, merupakan titipan Allah Subahanahu Wa Ta’ala yang harus saya jaga agar tak dialihkan pada orang lain karena kelalaian saya.

Eightsun Project

Eightsun Project adalah nama bisnis dibidang industri digital yang saya kembangkan bersama tim. Ya, tim ini terdiri dari 4 orang dengan berbagai latar belakang keahlian, dan kami pun saling percaya bahwa sinergi dapat melahirkan sesuatu yang maksimal.
Dalam tim ini, saya pun menempatkan diri sama rata dengan rekan-rekan yang lain. Karena saya percaya bahwa dalam bekerja di industri digital kreatif, komunikasi segala arah akan lebih baik dari pada komunikasi dari hulu ke hilir yang terkadang memiliki banyak sekali masalah.
Semoga di tahun 2018, bisnis ini akan semakin optimal dengan semangat kolaborasi yang terus meningkat hari ke hari dan juga semoga bisa memberikan lapangan pekerjaan pada lebih banyak orang. Aamin

Militer.ID

Ini adalah platform informasi yang saya kembangkan terinspirasi dari rekan-rekan saya di Blogger Jakarta seperti Mas Endo dengan Takaitu, Mas Ridho dengan Ublik, Mas Joko dengan Kanal Jogja, Mas Oji dengan Tinulis dan Mas Robit dengan Setara.
Jika di tanya apa sih yang membedakan Militer.ID yang saya bangun ini dengan platform informasi yang di bangun oleh rekan-rekan yang lain, tentu saja pada objek yang saya angkat.
Militer.ID berfokus mengangkat konten-konten yang berkaitan dengan kejuangan, sejarah, bela negara hingga potensi pertahanan Indonesia yang berasal dari kecintaan rakyat kepada Bangsa Indonesia.
Hal itu yang saya kira sangat berbeda dengan apa yang difokuskan oleh platform rekan-rekan lain dari Blogger Jakarta.

Pascasarjana Magister Teknik Elektronika

Pernah bersumpah serapah untuk tidak melanjutkan studi pascasarjana karena kapok dengan proses skripsi yang begitu melelahkan, ternyata membawa saya pada kondisi bahwa saya harus melanjutkan studi pascasarjana.
Merasa mampu? Tentu saja tidak. Karena saya mengakui bahwa dengan latar belakang pekerjaan dalam bidang migas dan juga logistik seperti ini, telah membawa saya begitu jauh dari latar belakang pendidikan saya yakni seorang sarjana komputer.
Tapi saya percaya, bahwa sesuatu hal bisa karena dipaksa. Dan well, syukur Alhamdulillah saat ini saya masih bisa bertahan dengan berbaur bersama rekan-rekan mahasiswa pascasarjana Magister Teknik Elektronika yang lain meski agak minder karena tingkat keilmuan yang begitu jauh ketinggalan.

Wamena, Papua

Bercita-cita untuk mengunjungi kota tempat kelahiran memang salah satu keinginan saya dalam hidup. Tapi saya tidak pernah menyangka akan berkunjung kesana bahkan tanpa sedikitpun biaya perlu saya keluarkan.
Karena saya memperoleh undangan untuk menjadi pengajar dalam pendidikan dasar militer Resimen Mahasiswa STISIP Amal Ilmiah Wamena Papua. Dan semua itu saya tulis pada artikel Melihat Semangat Bela Negara Resimen Mahasiswa di Kaki Gunung Jayawijaya Wamena Papua.
Dan itu merupakan salah satu syukur saya yang paling besar saya miliki di tahun 2017. Apalagi ketika bisa secara langsung juga berkunjung ke kota Jayapura tempat saya menghabiskan masa kecil bersama keluarga yang begitu saya rindukan sejak lama.

Kegagalan Saya

Jujur bagi saya pribadi, saya tidak percaya tentang apa yang namanya kegagalan. Karena saya berpendapat bahwa apa yang tidak diberikan oleh Allah Subahanu Wa Ta’ala adalah bukan sesuatu yang tepat bagi diri saya.
Dan meski saya memiliki target, cita-cita, keinginan yang belum juga terwujud, saya percaya itu bukan karena kegagalan saya, namun karena memang waktunya yang belum tepat untuk saya memiliki hal itu dan akan datang segera ketika saya pantas dan siap mendapatkan apa yang saya cita-citakan.

Keinginan di Tahun 2018

Karena hidup harus terus melangkah maju, maka keinginan terbesar saya di tahun 2018 adalah segera menyelesaikan tesis dengan cepat dengan hasil maksimal, dan juga berkesempatan memperoleh peluang untuk mewujudkan cita-cita yang sudah saya pegang sejak lama.
Hanya itu.

Sebelum Anda Pergi

Melalui tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan semua hal yang saya dapatkan di tahun 2017, siapapun itu.
Para pimpinan di Shell Indonesia yang terus mendukung saya, keluarga besar Blogger Jakarta, rekan-rekan mahasiswa pascarsarjana, Tim Eightsun Project, keluarga besar Menwa Borobudur yang selalu ada mengiringi langkah saya, keluarga saya tercinta di Jawa dan Jayapura serta kekasih saya yang mendukung setiap langkah yang saya kerjakan.
Karena semua hal diatas tidak akan pernah saya bisa dapatkan karena diri saya sendiri tanpa adanya keterlibatan semua orang terdekat saya.
Terima kasih!
%d bloggers like this: