Akhir-akhir ini banyak sekali komentar terhadap  perkembangan teknologi kecerdasan buatan di berbagai belahan dunia. Robot yang diwujudkan sebagai bentuk kecerdasan buatan itu dan yang sering kita lihat di film-film Hollywood saat ini seperti telah menjadikan momen saat ini untuk menampakkan diri. Serta seraya dengan hal tersebut, melalui Hollywood kita disajikan sebuah imajinasi seperti apa bentuk nyata dari sebuat robot.

 

Jika kita boleh sedikit berdiskusi, siapakah yang menciptakan semua teknologi itu? Apakah para ilmuan ataukah para pembuat film? Jawabannya tergantung darimana sudut pandang Anda melihat.

Ucapan yang mengatakan bahwa AI (Artifical Intelligence) atau Kecerdasan Buatan akan menggantikan posisi manusia dalam bekerja dalam kehidupan sehari-hari rasanya terlalu berlebihan.

Juga persoalan bahwa mesin dapat bekerja lebih baik dalam menemukan tumor daripada ahli radiologi misalnya sehingga dapat  berpengaruh terhadap mengurangi peran dokter di kehidupan nyata, sudah tentu merupakan ucapan yang kurang tepat.

Pernyataan yang benar tentu saja bahwa mesin dapat membantu ahli radiologi membuat diagnosis yang lebih akurat, dan urusan menemukan tumor dalam tubuh manusia hanyalah sebagian kecil yang dilakukan oleh dokter dalam melakukan suatu proses pengobatan yang mana keahlian tersebut tidak didapatkan hanya dari memasukkan input data dari buku langsung kedalam otak.

Sama juga seperti alat medis lainnya sebut saja mikroskop, peralatan digital seperti printer 3D, dan kamera digital yang merupakan teknologi buatan manusia diperuntukkan untuk membantu pekerjaan manusia sehingga memungkinkan mereka untuk dapat melakukan hal lain yang lebih besar dan bahkan lebih kreatif.

Hal ini juga berlaku dengan apa yang disebut dengan AI (Artifical Intelligence). AI akan menjadi satu bagian dari sebuah perangkat atau alat yang digunakan untuk membantu pekerjaan manusia dan bukan menggantikannya.

Perbincangan seputar teknologi rasanya sudah seharusnya dikurangi apalagi pada bagian yang memberikan gambaran yang dapat menimbulkan kesalahpahaman tentang seperti apa itu teknologi kecerdasan buatan.

Kenyataan tentang suatu teknologi tentu adalah hal tersebut sangat berbeda jika dibandingkan dengan potongan film Hollywood dan juga pada literatur-literatur  fiksi ilmiah yang kini berkembang.

Yang mana kebanyakan karya film science fiction merupakan imajinasi sang pembuat film tentang gambaran teknologi di masa depan yang diinginkan olehnya. Dimana dalam penyampaiannya pun di bumbui hal-hal yang berlebihan demi menarik minat para penggemar genre ini.

Dan sudah seharusnya gambaran yang diciptakan oleh film-film Hollywood bergenre Sci-Fi diharapkan dapat menjadi gambaran yang tepat mengedukasi masyarakat, dan juga untuk dapat menciptakan desain pemikiran bagaimana AI dapat membantu memberdayakan masyarakat dengan memperkuat kemampuan mereka atau mendukung tujuan yang ingin mereka capai tanpa adanya kemungkinan mereka merasa dirugikan.

Prinsip-prinsip desain tersebut yakni adalah :

Meningkatkan Kemampuan dan Kendali

Hal ini melibatkan desain AI yang secara efektif meningkatkan kualitas hidup kita, sekaligus juga memberi kepercayaan kepada masyarakat bahwa mereka  adalah orang yang memegang kendali. Dan bukan sebaliknya.

Orang-orang perlu mengerti bagaimana menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan mengerti bahwa kedepannya tidak ada ancaman terhadap kehidupan mereka.

Pedoman Apple’s Human Interface, misalnya, merekomendasikan agar para perancang teknologi kecerdasan buatan selalu memastikan bahwa manusialah dan bukan mesin yang memegang kendali.

Sama halnya dengan robot eldercare yang dapat meniru reaksi manusia misalnya, memberi edukasi kepada masyarakat mengenai bagaimana hal yang seharusnya dilakukan dalam merespon setiap ekspresi baik yang diberikan oleh lawan bicaranya.

Menghormati Individu dan Membangun Jaringan

Desain kecerdasan buatan yang berpusat pada manusia mendukung hubungan yang terpercaya, handal, dan peduli di antara setiap individu didalamnya, dan bukan hubungan dengan robot atau mesin yang secara terpisah.

Keunggulan desain AI akan mendorong lebih banyak aplikasi berorientasi pada masyarakat, dan memungkinkan orang untuk menjadi semakin kreatif.

 

Memperjelas Tanggung Jawab dan Membangun Jaringan

Desain yang berfokus pada manusia mengharuskan penggunaan teknologi AI menjadi transparan mengenai implikasi dan dapat memberikan timbal-balik yang jelas tentang tindakan apa yang akan dilakukan.

Bila ada masalah, harus ada data riwayat yang memungkinkan pengguna memahami letak permasalah untuk menganalisis kegagalan yang terjadi sehingga perbaikan dapat dilakukan.

Manfaat perekam data penerbangan untuk pesawat terbang misalnya; semua sistem yang bersifat otomatis harus memiliki perangkat perekaman dimana dalam bidang penerbangansering disebut dengan nama Black Box dimana semua aktivitas dapat terekam dan ketika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan maka kita dapat belajar dimana letak kesalahannya.

Libatkan Pengguna dan Perbaiki Desainnya

Setiap pengguna teknologi kecerdasan buatan harus diajak untuk berkolaborasi dalam melakukan pengembangan teknologinya. Salah satu caranya adalah dengan menyampaikan saran dan masukan mereka untuk membuat produk dan layanan yang lebih aman, efektif, dan lebih menyenangkan.

Pendekatan yang berpusat pada manusia adalah memberikan panduan desain kepada masyarakat melalui media informasi berupa website dan aplikasi seluler sehingga mereka dapat lebih memahami teknologi yang mereka gunakan dan memberi respon secara langsung terhadap hal tersebut.

Misalnya saja, situs e-commerce akan secara transparan akan menjelaskan mengapa mereka merekomendasikan produk tertentu.

Dan situs media sosial harus menjelaskan mengapa mereka menunjukkan beberapa posting saja dan tidak memunculkan semua postingan.

Tujuan bagi perancang teknologi kecerdasan buatan harus mendapatkan timbal-baliknya karena dengan begitu mereka dapat terus meningkatkan tingkat otomasi produk mereka, sekaligus memastikan adanya kendali manusia disana.

Kesimpulan Studi

Tulisan ini dibuat untuk menanggapi isu mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan sangat marak diperbincangkan karena analisa dampak yang ditimbulkan dari penerapannya.

Salah satu contoh misalnya adalah penggantian pekerja manusia yang diganti oleh mesin dalam melakukan transaksi elektronik gerbang tol.

Teknologi informasi saat ini memang adalah segala-galanya namun jika karena kesibukan kita sampai melupakan teknologi ini, maka beberapa tahun kemudia maka kita akan mendapati sebutan sebagai masyarakat “Gaptek” atas ketidakterbaharuinya kemampuan penguasaan teknologi.

 

Gambaran Sejauh Mana Teknologi Berkembang

Sebelum Anda Pergi

Saya menghabiskan banyak waktu untuk menciptakan konten yang dimulai dari mencari ide atau topik bahasan dari berbagai jurnal yang saya rangkum menjadi sebuah artikel yang dapat dijadikan bahan diskusi positif tentang perkembangan teknologi yang ada terutama mengenai kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence.

Sebagai bagian dari kampanye internet positif, saya berharap Anda dapat mendukung aktivitas menulis saya dengan memberikan komentar pada kolom Disquss di bawah ini.

Terima kasih!

%d bloggers like this: